Kita Hanya Transit Sementara di Stasiun Kehidupan

Mengawali pagi ini, saya ingin menuliskan artikel mengenai stasiun kehidupan. Sebagian dari anda yang naik kereta, mungkin sering mendengar pengumuman pada saat di dalam commuter line.

Ketika kereta berhenti atau transit di sebuah stasiun, akan ada pengumuman yang kurang lebih bunyinya seperti ini: ” . . . Sebentar lagi kereta anda akan tiba di stasiun tanah abang”.

Pada saat kereta transit, ada penumpang yang keluar dan ada yang masuk. Silih berganti terus hingga di stasiun terakhir barulah seluruh penumpang keluar. Tidak ada satupun yang mau tinggal di kereta.

Baca juga : Ketika Ijasah Hanya Menjadi Selembar Kertas Tidak Berharga

Uniknya pengunjung yang keluar dari kereta untuk melanjutkan perjalanannya, tidak mengenal usia. Ai min, gini masing-masing dari yang naik kereta sudah memiliki rencana masing-masing untuk menuju ke sebuah tempat.

Ya bisa kantor, sekolah, kampus, dst. Kereta yang berangkat dari Depok menuju Tanah Abang misalnya. Pada saat, kereta transit di Stasiun Pondok Cina, banyak penumpang anak-anak muda yang masuk.

Then, ketika sampai di Stasiun Sudirman, banyak penumpang usia muda yang keluar. Ini cuma pengamatan pribadi aja si bukan berdasarkan statistik atau data. Hehe. Cuma perumpamaan. 😀

#Tulisan Ini Terinspirasi pada Saat Ngelamun di Kerumunan Para Anker (Anak Kereta) Lainnya

Anehnya ketika sampai di Stasiun Tanah Abang, yang keluar dari kereta kebanyakan anak-anak muda dan orang tua. Begitu sampai di stasiun terakhir, seluruh penumpang baik yang muda atau tua turun semua.

Mereka bergegas meninggalkan stasiun untuk ke tempat tujuannya masing-masing. Sama seperti perjalanan hidup kita saat ini, yang ibarat sedang naik kereta dan lagi transit di Stasiun Kehidupan.

Kalau misalnya saya naik kereta dari Manggarai ke Depok dengan kereta yang stasiun akhirnya adalah Bogor. Pada saat yang sama, mereka yang “dipanggil” atau merasa “terpanggil” untuk berhenti di stasiun Tebet.

Semua akan turun di Tebet, begitupun yang berhenti di Cawang, yang turun bisa yang lebih muda duluan atau orang yang sudah tua. Bisa bersama-sama atau sendirian, yang lain? Tinggal nunggu panggilan saja.

Baca juga : Pengaruh Teman Terhadap Pola Pikir Seseorang

Pada akhirnya sayapun harus turun setelah kereta berhenti di Stasiun Pondok Cina, hingga keseluruhan  penumpang di kereta tersebut turun semua di pemberhentian terakhir yaitu Stasiun Bogor.

Tidak ada yang tersisa, baik yang muda maupun yang tua, dan tidak ada seorang pun yang mau menetap di kereta tersebut. Semua akan sibuk mempersiapkan perjalanan ke tempat berikutnya.

Sampai di sini saya yakin, Yu no wat ai min kan...  😀

3 Hal yang Paling di Cari Orang, Namun Setelah Mendapatkannya, 2 Hal Pergi Meninggalkan Pemiliknya

Setelah satu per satu dari kita dipanggil oleh Sang Maha Pemilik segalanya. Pada saat ke kuburan, datang bersama si orang yang telah berpulang tersebut, tiga hal. Harta, keluarga, dan amal soleh.

Keduanya pulang, namun yang menetap hanya satu, yaitu amal soleh. Dari tulisan ini sebenarnya penulis ingin mengajak kepada para pembaca sekalian.

Jangan sampai, ketika adzan (Allah memanggil) kita hanya menanggapinya dengan santai. Namun pada saat dosen atau atasan yang memanggil, kita lebih sigap, lebih cepat.

Bela-belain meeting estafet, sampai lupa waktu solat. Padahal kita ga pernah tahu kapan kematian bakal menjemput. Ingat kita saat ini hanya transit sementara di Stasiun Kehidupan.

Sebenarnya ditulisan ini saya ingin membuat sebuah tantangan untuk para pembaca Dedeobi.com sekalian.

Baca juga : Bagaimana pikiran seseorang bisa terbentuk

Tantangannya sederhana, yaitu solat tepat waktu dalam kurun waktu 40 hari berturut-turut dan tidak boleh ada hari yang terputus, kecuali ada alasan genting seperti sakit, terkena musibah, dst.

Jika berhasil, mohon anda ceritakan di kolom komentar yang ada di bawah blog ini beserta cara anda menggapainya. Jika gagal, anda bisa juga cerita apa yang menjadi kendala anda.

Ada hadiah untuk 3 orang pertama yang mau bercerita panjang lebar min 500 kata di kolom komentar. Hadiahnya berupa pulsa Rp. 100.000,- untuk juara satu, juara dua pulsa Rp. 50.000,- dan juara tiga Rp. 25.000,-.

Pemenang akan dihubungi melalui alamat email yang dimasukkan di comment form. Jadi jangan sampai salah  memasukan email, dan pemenang yang dipilih bersifat mutlak. Hadiah tidak bisa diuangkan.

Batas akhir mengikuti kontes ini adalah 30 hari setelah artikel ini dipublikasikan, yaitu jatuh pada tanggal 8 November 2017 pukul 05.00 WIB. Yuk kita sama-sama perbaiki dan sempurnakan ibadah kita bersama.

Note:

Jangan hanya mengejar hadiah di atas, karena hadiahnya memang kecil. Tapi cobalah untuk berusaha dengan niat tulus karena Allah. Sedangkan hadiah di blog ini biarkan menjadi kado kecil karena anda mau berbagi kisah inspiratif untuk orang lain.