Kemampuan Dasar Parenting di Era Digital Ini Perlu Anda Pelajari

Saat ini hampir semua anak-anak TK dapat menggunakan gadget.

Eranya para native digital.

Di satu sisi teknologi memang memberikan kemudahan untuk hidup kita.

Di sisi lain, teknologi juga memiliki dampak negatif.

Anak-anak tinggal membuka si Mbah Google, dan wuzzz…

Semua data dan informasi dapat di akses, tanpa ada filterasi.

Kalau sudah seperti ini, bisa berbahaya juga.

Ternyata tidak hanya melalui koneksi internet, dari sebuah permain game konsol.

Materi kekerasan, pembunuhan, hal-hal yang berbau seksual, dan seterusnya.

Juga ada…

Lantas bagaimana meminimalisir agar hal-hal di atas tidak di akses oleh anak?

Oleh karena itu saya akan memberikan tips sederhana tentang kemampuan dasar parenting di era digital.

Orang tua juga perlu memahami keilmuan IT, agar dapat menyimbangi kemapuan si anak.

Dalam arti, bisa membatasi pergerakan anak.

1. Membatasi Aplikasi yang Terinstall pada Gadget Anak

Membatasi aplikasi yang terinstall pada gadget atau smartphone mereka adalah salah satu kemampuan dasar parenting di era digital, yang harus Anda miliki.

Membatasi aplikasi yang terinstall pada gadget atau smartphone mereka adalah salah satu kemampuan dasar parenting di era digital, yang harus Anda miliki.

Kemampuan dasar parenting di era digital yang pertama, yaitu Anda harus mampu memilah-memilih aplikasi mana saja yang diperbolehkan di install pada smartphone atau gadget anak Anda.

Penting bagi Anda untuk mengetahui siapa saja interaksi atau komunikasi yang sering dilakukan oleh anak Anda dengan teman-temannya. Semisal WhatsApp, BBM, Line, dan seterusnya.

Aplikasi dewasa juga bisa diblokir melalui program parenting, yang tersematkan pada aplikasi Google Playstore. Jika Anda ingin mengaktifkan program parenting tersebut. Anda dapat melakukan setting di Google Playstore dengan cara:

  1. Buka program aplikasi Google Playstore pada smartphone anak Anda
  2. Lalu pilih setting
  3. Pilih menu Parental controls
  4. Klik menjadi tombol “on”
  5. Setelah itu masukan PIN
  6. Konfirmasi PIN
  7. Selesai

Cara di atas memang tidak sepenuhnya dapat memblokir aplikasi-aplikasi yang berbahaya untuk Anda, namun dengan program Parental controls, setidaknya konten dewasa sudah terblokir dan tidak bisa di install di gadget mereka.

2. Mengetahui Game mana yang Diperbolehkan untuk Dimainkan oleh Anak

playtime-1242213-640x480

Alat untuk memainkan sebuah permainan game virtual itu banyak sekali jenisnya.

Ada Play Station, Nitendo, Smartphone, X-box, Laptop, Komputer, dan seterusnya.

Dari sebuah permainan game, pihak game developer biasanya memberikan warning, jika game mereka memiliki unsur kekerasan, pembunuhan, dan seterusnya.

Tips kedua terkait kemampuan dasar parenting di era digital, yang harus dimiliki yaitu kemampuan untuk melakukan sorting game-game dewasa atau untuk anak yang belum cukup umur melalui ESRB Rating.

Pihak developer game anak memberikan suatu label pada kaset cd/dvd game yang mereka jual ke pasar sesuai dengan keperuntukannya. Misalnya untuk anak-anak, remaja, semua orang, atau untuk dewasa.

Tandanya dapat Anda lihat di cover belakang dari cd/dvd game si anak:

ESRB Rating List memudahkan orangtua dalam melakukan sortir game yang layak untuk dimainkan oleh anak

ESRB Rating List memudahkan orangtua dalam melakukan sortir game yang layak untuk dimainkan oleh anak

Sayangnya meskipun sudah ada ESRB Rating List.

Di Indonesia masih banyak sekali pedagang game cd/dvd bajakan, yang menjual bebas game-game dewasa.

Sebagian dari mereka lebih “melihat keuntungan” dibandingkan aspek tanggung jawab moral.

Sehingga ESRB Rating tersebut seperti terlihat tidak bermanfaat.

Oleh karena itu perlu juga mengajarkan anak untuk membeli game atau software original.

Di tempat-tempat yang resmi, game-game dewasa tidak diperjualbelikan bebas.

Dan anak-anak tidak dapat membeli game-game yang tidak sesuai dengan keperuntukannya.

Setidaknya jika Anda melihat label game A atau M, Anda perlu berhati-hati.

Tanyakan game seperti apa itu dan cobalah melihat mereka bermain game (mengawasi mereka).

Karena game dengan label A atau M, terindikasi terdapat konten dewasa, kekerasan, sara, dan seterusnya.

3. Membatasi Akses Website yang Berbau Konten Dewasa

Kemampuan dasar parenting ketiga di era digital yang harus Anda miliki, yaitu kemampuan untuk melakukan filterasi konten website di komputer anak Anda.

Kemampuan dasar parenting ketiga di era digital yang harus Anda miliki, yaitu kemampuan untuk melakukan filterasi konten website di komputer anak Anda.

Sekarang bagaimana cara mengamankan anak dari konten-konten senonoh melalui laptop/komputer mereka?

Dua di atas sudah membahas bagaimana agar konten-konten yang tidak layak dilihat oleh anak melalui konsol game dan smartphone. Sekarang melalui komputer bagaimana?

Jika Anda menggunakan provider internet dari perusahaan jasa telekomunikasi sebenarnya sudah cukup filterasi yang dilakukan oleh Kominfo. Namun jika di rasa kurang, Anda bisa menggunakan aplikasi parenting seperti K9 Web Protection.

Aplikasi tersebut gratis! Dan Anda dapat mendownload dan install di komputer anak secara cuma-cuma. Anda dapat mendownload program aplikasi K9 di halaman berikut ini. Anda dapat mengatur website berjenis apa saja yang ingin Anda blokir. Misalnya situs berbau pornografi, judi, rasis, download, gambar-gambar, dan seterusnya.

4. Melakukan Penyortiran Film-film yang Ditonton oleh Anak

Melakuan sortir film-film yang akan ditonton oleh anak merupakan salah satu kemampuan dasar parenting di era digital, yang harus Anda kuasai.

Melakuan sortir film-film yang akan ditonton oleh anak merupakan salah satu kemampuan dasar parenting di era digital, yang harus Anda kuasai.

Kalau menurut saya ini pekerjaan nomor empat paling tidak mudah.

Sebagian dari orang-orang yang saya kenal malah lebih memilih tidak menggunakan tv di rumahnya.

Karena mungkin kesibukan orangtua bekerja, sehingga sulit memonitoring program tv yang ditonton oleh anak.

Kecuali Anda menggunakan layanan tv program channel berbayar, Anda bisa setting sesuai apa yang Anda inginkan.

Tapi bagaimana dengan program-program di televisi swasta nasional?

Anda sendiri pasti sudah mengetahui jawabannya. Ya kan?

Filterasi dan kontroling pemerintah dinilai masih rendah.

Sehingga menurut saya masih banyak konten-konten di televisi nasional yang masih kurang layak ditonton oleh anak.

Lalu bagaimana misalnya dengan Youtube?

Youtube menjadi salah satu website yang menyediakan konten video, yang diakses oleh jutaan orang setiap harinya dari seluruh penjuru dunia. Dan Youtube merupakan salah satu produk dari Si Mbah Google.

Tentunya Mbah Google memberikan pilihan untuk mengaktifkan filterasi parenting, jika Anda mengaktifkan mode safe mode. Secara otomatis konten yang berbau dewasa, kekerasan, kekejian, dan seterusnya.

Tidak akan dapat di akses oleh si anak. Cara mengaktifkan mode safe mode, yaitu buatlah email untuk anak Anda. Setting usia tidak melebihi 17 tahun, lalu login di browser komputer/gadget/smartphone.

Secara otomatis, program safe mode akan berjalan. Karena cara membuka atau menonaktifkan program safe mode hanya mereka yang sudah berusia di atas 17 tahun saja. Sangat mudah bukan? 🙂

5. Melakukan Monitoring Kegiatan Anak di Sosial Media

Kemampuan dasar parenting terakhir, yaitu kemampuan dalam melakukan monitoring kegiatan anak di sosial media.

Kemampuan dasar parenting terakhir, yaitu kemampuan dalam melakukan monitoring kegiatan anak di sosial media.

Kemampuan dasar parenting di era digital, yang perlu Anda kuasai berikutnya yaitu kemampuan dalam melakukan monitoring kegiatan anak di sosial media. Syukur-syukur jika terbentuk rasa trust antara anak dan orangtua.

Sehingga anak mempercayakan orangtua mereka mengetahui password yang mereka gunakan dalam akun sosial media mereka. Jika hal tersebut tidak terjadi bagaimana? Setidaknya Anda berteman dengan akun sosial media si anak. Apa saja sosial media yang paling banyak dipergunakan?

  1. Google Plus
  2. Facebook
  3. Twitter
  4. LinkedIn
  5. Path
  6. Pinterest
  7. Tumblr
  8. Instagram
  9. Vine
  10. Vkontakte

Mengapa perlu orangtua memonitoring kegiatan anak di sosial media? Saat ini bullymembully atau haters semakin banyak di internet. Jangan sampai anak mengikuti pola pikir yang salah dalam berkomunikasi.

Tanamkanlah prinsip dasar netiket, cara berkomunikasi dengan orang yang tidak dikenal, orang yang lebih dewasa, laki-laki dan perempuan, dan seterusnya. Jika ada misalnya aktivitas bullying melalui verbal maupun nonverbal di sosial media. Anda bisa lebih cepat mengambil tindakan preventif atau hukum jika memang diperlukan.

Komunikasi dengan anak, idealnya tidak hanya dekat di sosial media saja, tetapi juga dalam kehidupan nyata. Generasi native digital memang unik, terkadang yang jauh terasa dekat karena ada sosial media, aplikasi messanger, dan seterusnya, akan tetapi yang dekat malah terasa jauh. Terbukti ketika ngobrol di meja makan atau pada saat kumpul-kumpul. Masing-masing malah sibuk dengan smartphone mereka.

Setidaknya lima kemampuan dasar parenting di era digital ini Anda harus kuasai, namun yang terpenting yaitu jika nilai-nilai agama sudah tertanam kuat di dalam hati anak. Tanpa pengawasan ekstra, ia sudah paham bahwa Allah senantiasa mengawasinya. Jika ada pertanyaan, sampaikan pada kotak komentar di bawah artikel ini ya. 🙂

Apakah artikel di atas bermanfaat untuk Anda? Bagikan juga artikel di atas melalui sosial media yang Anda miliki, agar teman-teman Anda yang lain juga turut mendapatkan informasi yang bermanfaat ini.

Jika Anda tertarik dengan artikel dari Dedeobi.com, agar tidak ketinggalan tulisan terbaru dari saya. Anda dapat mendaftarkan email dan nama lengkap Anda pada form subscribe yang berada di bawah artikel ini.