Kemarin ada rekan saya di kampus yang berlari mendekati saya ketika saya mau pulang di parkiran. Sambil terengah-engah dia berkata ke saya: “Bahaya lo sob, parah bahaya lo sob?!” Lalu dengan terkejutnya saya pun menjawab : “Kenapa lo bro?”

Lalu teman saya melanjutkan pembicaraannya: “Gue denger lo ngajar hipnotis ya bro?”, lalu dengan cepat saya menggangukan kepala seraya mengiyakan apa yang ia ucapkan. Tidak sampai di situ percakapannya, teman saya berkata kepada saya: “Bro, hipnotis itu pake jin !!!” Dengan memasang tampang serius setengah polos, saya berbisik : “Sst jangan bongkar rahasia gue!”

Baiklah sebelum saya mulai menulis lebih banyak, saya akan jujur beberapa hal kepada Anda tentang cerita di atas. Cerita di atas itu fiktif belaka alias saya mengarang hehe 😛 , tetapi saya juga pernah mendapatkan pertanyaan-pertanyaan yang mirip pernyataan seperti itu di tempat pelatihan atau ketika sharing dengan keluarga. 😀

Mari kita bahas tentang fenomena hypnosis, seringkali ketika kita melihat fenomena hypnosis melalui televisi mempertunjukan kemampuan untuk mengendalikan orang lain. Betul apa betul? Dan seringkali juga hypnosis dikaitkan dengan hal-hal yang berunsur mistik, magis, dan hal-hal supranatural lainnya. Padahal jika kita melihat melalui kacamata Western Hypnosis ternyata fenomena tersebut merupakan hasil implementasi dari seni komunikasi yang pesuasif.

Hypnosis menggunakan bahasa persuasif

Hypnosis menggunakan bahasa persuasif

Hendaknya jika ingin mempelajari hypnosis, layaknya kita mempelajari pengetahuan-pengetahuan ilmiah yang lain. Kita perlu melibatkan penalaran, logika, serta pengujian-pengujian. Hypnosis merupakan seni untuk memahami manusia. Oleh karena itu perlu seseorang berpikiran terbuka, untuk sementara dapat meletakkan dugaan-dugaan spekulatif sebelumnya yang mungkin diperoleh berdasarkan informasi atau pengajaran yang salah. Yuk kita sekarang kenalan dengan yang namanya si hypnosis itu, dan kita pulihkan citra hypnosis yang buruk di Indonesia, karena sebenarnya ada banyak sekali manfaat dari hypnosis itu loh…

Jika kita merujuk pada Kamus Besar Bahasa Indonesia (2008:501), makna kata “hipnosis” adalah “keadaan seperti tidur karena sugesti, yang pada taraf permulaan orang itu berada di bawah pengaruh orang yang memberikan sugestinya, tetapi pada taraf berikutnya menjadi tidak sadar sama sekali“. Sebenarnya, kondisi hipnosis/hypnosis bukannya membuat seseorang menjadi kehilangan kesadarannya akan tetapi kondisi pikiran dari client itu sendiri berpindah keaktifan kesadarannya dari pikiran sadar (conscious mind) ke pikiran bawah sadar (subconscious mind). Ingat ya kita tidak perpindah alam! Jadi yang ada itu pikiran sadar, dan pikiran bawah sadar, dan kita tidak menggunakan kata alam bawah sadar. hehe. 😀 #IniSeriusLoh.

Hal-hal apa saja yang sering orang tanyakan seputar hipnosis itu sendiri? Berikut kita rangkum:

1. Hipnosis menghilangkan kesadaran seseorang?

Hipnosis membuat seseorang kehilangan kesadaran?

Hipnosis membuat seseorang kehilangan kesadaran?

Kira-kira hipnosis sama tidur beda atau sama? Klo Anda beranggapan bahwa hipnosis itu sama dengan tidur, bisa jadi jawaban Anda benar. Maksud saya benar-benar keliru. hehe 😀  ketika seseorang di dalam kondisi tertidur maka ia sama sekali tidak peka terhadap lingkungan sekitar ia berada, dan hal ini berbeda sekali dengan fenomena hipnosis.

Pada fenomena hipnosis Anda malah semakin peka terhadap lingkungan sekitar Anda. Bagaimana rasanya dihipnosis? Rasanya kurang lebih asem rada manis. hehe emangnya makanan. Rasanya itu nyaman, tenang, dan relax, Anda tetap sadar dengan kondisi lingkungan di sekitar Anda, dan hal ini berbeda dengan kondisi tidur. Untuk pembahasan poin ini akan lebih dijelaskan pada artikel berikutnya pada Hubungan antara hipnosis dan Gelombang Otak Manusia.

2. Hipnosis berbahaya! Teman saya dihipnosis ga bangun-bangun???

Tidak bangun akibat dihipnosis

Tidak bangun akibat dihipnosis

Teman saya waktu berpergian ke suatu tempat rekreasi di daerah di Bogor, dia dihipnosis seseorang yang baru ia kenal. Awalnya ia diajak mengobrol, lalu ia ditawarkan minuman dan makanan sehingga ia tidak sadarkan diri, setelah itu ia tidak sadarkan diri lalu barang-barang berharganya dicuri?!!

Klo kita lihat fenomena di atas benarkah hal tersebut termasuk dalam fenomena hipnosis? Tentunya saja Anda sudah mengetahuinya bahwa hal tersebut tidak ada kaitannya dengan fenomena hipnosis. Mengapa? karena polisi yang telah menyelidiki kasus tersebut ternyata menemukan bahwa di dalam makanan dan minuman yang ia makan terdapat obat bius. Ingat fenomena hipnosis tidak menggunakan unsur obat bius karena ia hanya seni komunikasi persuasif. 😀 lalu ada kasus berikutnya;

Seandainya saya lagi mendengarkan lagu relaksasi atau rekaman kaset relaksasi untuk self hypnosis, dan terus tiba-tiba lampu mati, atau alat yang saya gunakan untuk memutar mp3 atau kaset tersebut mati ketika saya sedang kondisi hipnosis. Pertanyaannya adalah apakah saya akan bangun kembali? Jawabannya adalah sudah pasti Anda akan bangun kembali. Terus klo ga bangun-bangun? Berarti yang Di Atas sudah menakdirkan usia Anda cukup sampai di situ saja. hehe 😀 #Bercanda

Jadi seseorang yang apabila ia sedang mendengarkan cd, mp3, dvd relaksasi untuk self hypnosis, tiba-tiba alat yang dipergunakan itu mati. Jangan khawatir karena tubuh Anda akan segera merespon kejadian tersebut secara langsung. Apabila diri Anda merasa tidak ada lagi suara yang memberikan sugesti itu keluar dari pemutar cd atau dvd Anda, ia akan merespon secara langsung bisa Anda terbangun, atau jika Anda sudah merasa benar-benar relax Anda akan tidur atau istirahat secara total. Abis tidur bangun ga? Ya bangun, tidurnya mirip kaya Anda tidur sehari-hari aja. Semoga pertanyaan ke-2 ini menjawab kekhawatiran Anda soal fenomena hipnosis. 😉

3. Hipnosis bisa bikin bongkar rahasia seseorang seperti acara di televisi?

Membongkar rahasia seseorang dengan hipnosis?

Membongkar rahasia seseorang dengan hipnosis?

Dahulu ada acara tv yang judulnya kura-kura emang kura, betul? Acara televisi yang menggunakan hipnosis sebagai ajang untuk bongkar-bongkaran rahasia kehidupan seseorang. Perlu menjadi hal yang kita sadari bersama bahwa dalam kondisi hipnosis sekalipun. Pikiran Anda selalu memiliki suatu pilihan, dan pikiran Anda tidak akan berhenti untuk berfungsi dalam membuat suatu keputusan.

Menjadi catatan juga adalah ketika fenomena hipnosis dimasukan kedalam kotak hitam yang bernama televisi, dan telah berpindah dimensi menjadi dunia entertainment atau hiburan. Sudah bisa hampir dipastikan bahwa hipnosis yang dipertunjukan sudah diberi bumbu-bumbu atau trik-trik sulap. Namanya dunia hiburan, orang yang tadinya tidak bisa terbang bisa jadi terbang layaknya superman. Sehingga muncul pertanyaan menarik, ketika seseorang berada dalam kondisi hipnosis, apakah seseorang tersebut bisa berbohong? Jawabannya adalah BISA, dan sangat bisa, sekali lagi Anda tetap yang berkuasa atas diri Anda sendiri.

4. Hipnosis bisa mebuat seseorang melakukan hal-hal yang memalukan?

Hipnosis mengontrol pikiran seseorang dengan penuh?

Hipnosis mengontrol pikiran seseorang dengan penuh?

 Seperti yang sudah saya sebutkan sebelumnya bahwa kendali tetap berada di diri Anda, sehingga apapun sugesti yang diberikan oleh seorang hipnotis atau hipnoterapis jika hal tersebut berkaitan dengan unsur nilai moral, sikap dan perilaku yang menurut Anda melanggar bagi believe system di diri Anda, maka dengan otomatis perintah tersebut tidak akan berjalan. Lalu mengapa kok ada saja orang yang di televisi mau mengerjakan hal-hal yang terkesan memalukan itu?

Nah beberapa hal ini berkaitan sekali tentang bagaimana seseorang bisa memasuki kondisi hypnosis state yaitu apabila 3 hal ini terpenuhi. Apa saja hal tersebut?

1. Adanya ketersediaan client untuk melakukan sugesti yang diberikan, artinya client telah menyetujui bahwa ia bersedia melakukan hal tersebut secara sukarela, ingat sukarela ya bukan suka sama si ela. hehe 😛

2. Client memahami bahasa atau komunikasi dari hipnotis atau hipnoterapis, artinya client mampu memahami maksud dan tujuan dari ucapan. Jadi pertanyaan adalah apakah bisa seorang hipnotis yang menggunakan bahasa Indonesia, sedangkan clientnya berasal dari Amerika dan tidak pernah belajar bahasa Indonesia sebelumnya untuk dapat dihipnotis? Jawabannya adalah No! absolutely not! Mengapa? Paham aja ngga bahasa kite, gimana bisa disugesti? hehe paham kan maksud saya ya? 😀

3. Client memiliki kemampuan untuk fokus, memang ada orang yang ga bisa fokus? Ada orang yang dalam kondisi mabuk, atau dalam pengaruh obat-obat terlarang atau narkoba, orangnya depresi atau stress berat, dll. Biasanya mereka punya masalah dengan fokus ini. Jadi kesimpulannya bagaimana, apa semua orang bisa dihipnosis? Jawabannya adalah bisa, selama 3 kriteria di atas terpenuhi.