Artikel ini merupakan tulisan dari salah seorang rekan dari Dedeobi.com yang ingin berbagi cerita inspiratifnya tentang bagaimana perjuangan seorang wanita, anak lulusan MA atau setingkat dengan SMA bisa berkuliah di Al-Azhar, Mesir.

Semoga cerita inspiratif ini selain bisa menambah wawasan dan motivasi untuk belajar juga bisa mendorong semangat teman-teman yang ingin melanjutkan kuliah di luarnegeri. Kita akan sering berbagi informasi mengenai pengalaman teman-teman kita yang kuliah di Luar negeri melalui website Dedeobi.com. Yuk Disimak cerita inspiratif berikut ini:

Jika sebagian orang mengatakan masa-masa penghujung sekolah menengah atas itu masa labil atau galau? Mungkin ada benarnya juga, apa lagi pada saat ingin masuk ke beberapa perguruan tinggi yang bagus lagi mempunyai akreditas tinggi dikalangan umum. Tak jarang pula kita memilih salah satu universitas di luar negeri bukan? Wah, pastinya butuh yang namanya kesungguhan usaha untuk mendapatkannya bukan? Karna saingannya bukan main.

Saya adalah mahasiswi semester 4 di Al-Azhar University. Dulu saya jika ditanya oleh guru,”mau lanjut kuliah di mana? “, ketika itu saya cuma punya 2 pilihan yaitu LIPIA dan Al-Azhar karna ke 2 universitas itu lah yang sesuai dengan pelajaran-pelajaran  yang saya pelajari sewaktu di MA. Ya, tentu mencita-citakannya bukanlah suatu perkara yang mudah ia butuh kesungguhan dalam memperjuangkannya.

Dimulai dari kelas jurusan yang diambil ketika SMA dimana itu adalah gerbang atau langkah awal dan juga modal dasar agar bisa masuk. Jika dulu awalnya cita-cita saya ingin menjadi seorang  akuntan dan memang saya menyukai pelajaran ekonomi. Dan ketika penjurusan kelas dengan melalui psikotes pun dianjurkan untuk masuk di kelas IPS (Yes!). Tapi pada kenyataanya No!

Salah satu dari pihak keluarga ada yang tidak setuju dengan pilihan itu, dikarnakan ada beberapa alasan yang cukup susah saya elak ketika itu. Pasrah, dan bismillah. Saya pindah haluan ke jurusan PK (Program Keagamaan) di mana disitulah pelajarannya berbahasa arab semua. Saya mencoba menerima, bertahan dan menikmati segala hal nya, alhamdulillah bisa. Sampai akhirnya lulus dengan baik juga. Bisa jika kita mau berusaha! Mewujudkan cita- cita bukan hanya untuk kepentingan pribadi, tapi bagaimana ia juga bisa mewujudkan cita-cita keluarga dan  memberikaan manfaat banyak bagi ummat.

Kemudian, guna untuk bisa lulus masuk tes sudah pasti juga harus banyak berlatih dari soal-soal sebelumnya. Dan terutama yang ingin masuk di Al-Azhar dan beberapa universitas di timur tengah standar minimal adalah harus sudah menghafal 3 juz awal al-qur’an. Nah, ini lah juga yang menjadi salah satu perjuangan saya yang sampai dikarantina dirumah untuk menghafal dan menyetorkannya menjelang sesi tes masuk Azhar itu, dengan kesungguhan, tekad dan dorongan yang kuat semua bisa dilalui. Modal ke 2 jika ingin melanjutkan kuliah di luar negeri adalah pandai berbahasa.

Ya, selebihnya do’a, keyakinan yang kuat dan ridho orang tua serta amal-amal ibadah kita pun tak lupa diikut sertakan dalam masalah taqdir tersebut, lulus atau tidak? Semua itu juga tergantung dengan interaksi kita kepada yang  Maha pemberi Kekuasaan. Karna catatan taqdir awal masih bisa kita rubah dengan amal sholih. Dan begitupula dengan sebuah keyakinan(optimis), sesungguhnya Allah bersama prasangka hamba-Nya. Serta memperbaharui niat juga penting yang harus tetap dijaga selama proses itu, niat yang baik maka hasilnya pun baik.

Penulis dari tulisan ini bisa Anda follow melalui akun twitter pribadinya di @atikahsahudi. Bagi Anda pembaca website Dedeobi.com yang ingin berbagi cerita inspiratifnya bisa menghubungi saya melalui email di [email protected] Semoga apa yang ditulis oleh para kontributor bisa bermanfaat untuk kita semua. 🙂 Jika Anda rasa artikel ini bermanfaat jangan lupa share artikel ini melalui social media yang Anda punya agar orang lain juga mengetahui hal yang menurut Anda bermanfaat ini.