Berbeda Pendapat Itu Wajar Kok!

Semakin mendekati Pilkada DKI 2017 hampir setiap hari saya melihat posting-an yang bermunculan di timeline. Mulai dari yang share berita kritis sampai komentar yang bernada sinis.

Lelah abang melihat kegaduhan ini. 😆 Sebenarnya berbeda pendapat tidak hanya soal Pilgub DKI. Terkadang situasi seperti ini mungkin kerap dijumpai pada saat kerja sama dengan tim.

Setiap orang memiliki pemikiran, opini, dan kepercayaannya masing-masing. Ada perbedaan antara berbeda pendapat yang berarti tidak menghormati dengan yang menghormati perbedaan pendapat orang lain.

Mereka yang berbeda pendapat dengan tidak menghormati perbedaan pendapat orang lain hanya akan menimbulkan konflik atau menyulut perseteruan baru saja.

Baca juga: Ketika Ijasah Hanya Menjadi Selembar Kertas Tidak Berharga

Sedangkan mereka yang berbeda pendapat tetapi mau menghormati pendapat orang lain akan menghasilkan perbincangan/diskusi yang lebih produktif atau bahkan bisa menghasilkan ide/gagasan/sudut pandang yang baru.

Tulisan ini hanya sebagai pengingat saja bahwa perbedaan itu yang membuat kita bisa bersatu dan kuat. Belajar memahami satu dengan yang lainnya, berkolaborasi dengan siapapun, saling melengkapi kekurangan dan kelebihan masing-masing, berusaha menciptakan Indonesia yang lebih baik di masa depan.

Yuk kita bahas apa yang harus dilakukan agar walaupun berbeda pendapat tetapi hati dan pikiran tetap dingin. Berikut ulasan yang lebih detailnya:

1. Gunakan Fakta dalam Beragumentasi Hindari Emosi

Ketika diskusi mulai hangat bahkan memanas. Terkadang seseorang lebih cenderung menggunakan emosi pada saat berbicara dibandingkan menyajikan suatu data dan fakta.

Anda harus bisa berbicara dengan menggunakan logika dibadingkan emosi semata. Mereka yang berbicara hanya menggunakan emosi jelas akan membawa masalah pada sisi personal mereka saja.

Penekanan pada data, fakta, maupun informasi pendukung lainnya dibutuhkan pula. Karena hal ini yang membuat Anda lebih menyakinkan dibandingkan mereka yang berbicara tanpa berdasarkan ketiga hal tersebut.

2. Hindari Pendapat Pribadi Pada Lingkup Profesional

Pada saat yang sama di situasi yang lebih formal Anda dituntut untuk memberikan pendapat secara profesional ketimbang pendapat pribadi.

Pendapat yang disampaikan secara profesional adalah pendapat yang disajikan dengan menggunakan data, fakta, dan informasi pendukung lainnya. Cara berpikirnya lebih membangun bukan menjatuhkan.

Baca juga: Selama Masih Ada Mental Block, Seseorang Tidak akan Berkembang

Saat ini ada banyak orang yang lebih mudah berpikir sinis dibandingkan berpikir kritis. Apa perbedaannya? Mereka yang berpikir sinis mengedepankan pendapat pribadi mereka.

Ingat tujuan utama adalah menyajikan gagasan yang ada di dalam benak kepala Anda ke orang lain. Bukan malah menyakiti perasaan orang lain dengan tidak menghargai apa yang telah mereka yakini sebelumnya.

3. Sampaikan Ide Anda dengan Cara yang Ramah dan Kolaboratif

Ketika seseorang menyampaikan pendapat, sebaiknya jangan langsung Anda sangkal. Gunakan pendekatan yang lebih ramah dan kolaboratif sehingga ide atau pendapat Anda lebih mudah diterima.

Penyangkalan langsung terkadang malah membuat konflik atau pertentangan. Ajak mereka berpikir secara logis mengenai pendapat yang telah diutarakan, lalu berikan saran/masukan terkait pendapat Anda.

Contoh seperti ini. “Saya kira Anda sudah melakukan yang terbaik dengan cara yang benar. Saat ini tim sales dan marketing telah berhasil melakukan inovasi pada strategi yang membuat perusahaan untung. Tapi bagaimana jika kita menggunakan cara ini … ?”.

Lihat penyampaian pendapat di atas, tidak menuduh atau menjatuhkan orang lain bukan? Penyampaian ide atau pendapat dengan cara yang ramah dan kolaboratif inilah yang membuat ide Anda mudah diterima oleh orang lain.

4. Jangan Lupa Menjadi Pendengar yang Aktif

Pendengar yang aktif mampu menemukan sebuah keyword dari apa yang diutarakan oleh lawan bicaranya. Terkadang ketika terjadi sesi debat, seseorang cenderung mau berbicara tetapi tidak mendengarkan orang lain.

Ada juga yang cenderung mendengarkan orang lain dengan tujuan melakukan counter attack atau perlawanan. Cobalah mendengarkan pendapat orang lain, berusaha mencari poin utama dari apa yang mereka sampaikan.

Terkadang ketika Anda melakukan active listening, Anda akan terkejut sendiri mendengar ide/saran/solusi yang lebih baik dari lawan bicara Anda.

5. Gunakan Bahasa yang Lebih Santun dan Sopan

Orang lain bisa saja setuju dengan Anda lantaran Anda berbicara dengan lemah lembut, santun, dan sopan. Meskipun pada kondisi yang benar, jika disampaikan dengan cara yang salah.

Orang bisa berbeda pendapat dengan Anda. Terkadang dengan melunakkan bahasa yang digunakan, bisa membuat perbedaan yang cukup signifikan terkait bagaimana pendapat Anda diterima atau tidak oleh orang lain.

6. Terakhir Gunakan Rumus Ini “Sepakat untuk Tidak Sepakat”

Terkadang pada perbedebatan yang begitu sengit. Anda dihadapkan pada pilihan untuk berhenti atau tetap melanjutkan perdebatan. Jika lebih banyak manfaatnya untuk diam maka pilihlah opsi untuk berhenti.

Memang tidak mudah mengatakan hal ini. Seolah seperti harga diri diinjak-injak, namun tentunya ada cara yang tepat maupun ada cara yang salah dalam menyampaikan pendapat.

Baca juga: Ini Dia Mesin Pencari Khusus Anak yang Aman untuk Digunakan

Jika perdebatan apabila dilanjutkan malah memunculkan perselisihan atau bahkan perpercahan. Cara yang tepat adalah menghentikan diskusi yang sudah buntu dan bersepakat untuk tidak sepakat.

Hal yang harus tetap dijunjung tinggi adalah nilai persatuan dan kesatuan. Bagaimana pun perbedaan pendapat menjadi lebih indah pada saat satu sama lain mau menghormati pendapat orang lain.

Semoga beberapa tips di atas bisa bermanfaat untuk kita semua dalam hal menyampaikan pendapat, menghargai pendapat orang lain, dan pendekatan/cara yang lebih elegan terkait ketidaksepakatan dengan orang lain.

Bagikan tulisan di atas melalui akun jejaring sosial yang Anda miliki baik di Facebook, Twitter, Google Plus, LinkedIn, dan Path untuk teman-teman Anda yang lain, sekedar sebagai reminder untuk kita semua.

Ingin mendapatkan notifikasi setiap ada tulisan terbaru dari DedeObi.com? Masukan nama lengkap dan alamat e-mail Anda di form subscribe di bawah tulisan ini. Dan lakukan konfirmasi setelah proses pendaftaran ya. 🙂