Sekolah kehidupan tidak memandang almamater, kebermanfaatan bagi sesama adalah salah satu indikator utama yang harus dicapai untuk lulus di sekolah kehidupan.

Setiap jenjang atau tingkatan menuntut dan menguras rasa kesabaran serta kedewasaan dalam berpikir dan bertindak. Semakin tinggi fase seseorang di sekolah kehidupan, ia akan semakin lebih bijak dalam berpikir, bertutur kata, dan bertindak dalam segala hal.

Usia bukan faktor penentu seseorang ada di level yang lebih tinggi dibandingkan yang muda. Anak muda bisa bersaing secara fair dengan yang lebih tua, tanpa memandang usia, suku, ras, dan budaya.

Pengkoreksian lebih terbuka, penilaian dari vertikal dan horizontal. Unsur penilaian vertikal adalah yang paling objektif karena berasal dari tuhan semesta alam.

Baca juga: Ketika Ijasah Hanya Menjadi Selembar Kertas Tidak Berharga

Sedangkan penilaian horizontal berasal dari manusia, lingkungan, dan makhluk hidup lainnya. Sekolah kehidupan menuntut siswanya untuk berdaya saing unggul sesuai dengan keahliannya.

Guru atau mentor di sekolah kehidupan memainkan banyak peran, ia juga termasuk salah seorang murid di sekolah kehidupan, hanya saja levelnya lebih tinggi pada sisi yang lain.

Guru di sekolah kehidupan bisa siapa saja dan dari mana saja. Karena pada dasarnya setiap orang punya ilmu pengetahuan dan pengalaman hidup yang berbeda-beda.

Setiap murid dituntut untuk menciptakan sebuah masterpiece yang memiliki nilai manfaat bagi orang lain. Bukan semata memikirkan kepentingan pribadinya saja.

Pada akhirnya nilai manfaat tersebut yang menjadikan seseorang memiliki banyak aset kebaikan di fase kehidupan yang lain pada hari perhitungan (Yaumul Hisab).

Baca juga: Tips tidur malam berkualitas tanpa obat

Tentunya nilai keburukan juga akan dihitung dan dinilai secara adil. Semakin berat timbangan keburukan, otomatis akan menjadi beban bagi siswa tersebut untuk meraih jannah.

Di hari itu, di mana setiap kebaikan sekecil apapun amat sangat berharga. Dan batas akhir dari sekolah kehidupan adalah mereka yang telah wisuda karena tutup usia.

Kehidupan selalu mengajarkan sesuatu hal yang baru setiap harinya, termasuk tulisan ini semoga bisa menjadi input yang bermanfaat untuk melewati setiap ujian di sekolah kehidupan.

Tetap Semangat!  🙂

Apakah tulisan di atas bermanfaat untuk dibagikan? Share tulisan di atas melalui akun sosial media yang Anda miliki baik di Facebook, Twitter, Google Plus, LinkedIn, dan Path untuk teman-teman Anda.

Artikel terbaru dari Dedeobi.com bisa Anda dapatkan melalui email. Caranya yaitu daftarkan alamat email aktif dan nama lengkap Anda di form subscribe, yang ada di bawah tulisan ini.

Setiap ada tulisan terbaru di situs ini, Anda yang akan mendapatkannya pertama kali melalui alamat email yang telah didaftarkan sebelumnya. Yuk kita saling berbagi inspirasi di dunia digital ini.  🙂